Jakarta (21/05) Kabupaten Ende di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dijadikan sebagai  Kota Soekarno. Hal ini dilatarbelakangi di Kota Ende inilah Bung Karno, pernah tinggal selama empat tahun sebagai tahanan politik pemerintah Hindia Belanda. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)  Puan Maharani mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat akan sosok Sang Proklamator RI. Akhirnya muncul wacana menjadikan Ende sebagai Kota Soekarno.

“Saya berjanji akan memperjuangkan hal itu ke pemerintah pusat.  Ende memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa dan negara, khususnya bapak pendiri bangsa Soekarno”, ujar Puan seperti rilis yang diterima IRadio pada peringatan Harkitnas 2015 di Lapangan Pancasila, Ende, NTT, Kamis (21/5/2015).

Puan menjelaskan dari sebuah Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1933 membuat Bung Karno yang saat itu berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di kota Ende inilah Bung Karno merenungkan dan mengkristalisasikan gagasannya tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, sebagai pemersatu, sebagai unsur “meja statis” yang menyatukan bangsa Indonesia, sekaligus Leitstar (bintang pimpinan) dinamis, yang memandu perkembangan bangsa ke depan.

“Ende merupakan kota bersejarah buat bangsa tapi juga memiliki arti penting bagi keluarga kami,” kata Puan.

Hari Kebangkitan Nasional memang telah diperingati setiap tahun. Tetapi menurut Puan, masih dapat dirasakan dan disaksikan sebagai sebuah bangsa dan negara Indonesia belum juga bangkit sebagai bangsa yang besar. Indonesia belum bisa bangkit untuk memiliki perekonomian yang kuat dan mandiri, bangkit untuk menguasai dan memimpin perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bangkit sebagai bangsa yang memiliki kepribadian yang kuat di mata bangsa dan negara lain. (timnewsroom)

 

SHARE