Hindari Kalimat Berikut Jika Minta Kenaikan Gaji!

29

Ini faktanya: meminta naik gaji kepada bos adalah hal yang paling tricky. Salah-salah, bisa membuat hubungan dengan si bos jadi canggung malah buruk. Maka dari itu, penting untuk tahu cara meminta kenaikan gaji dengan benar dan, tentunya, sesuai etika.

Sebagaimana dilansir Cosmopolitan, berikut kalimat apa saja yang sebaiknya dihindari ketika meminta kenaikan gaji pada bos. Simak!

1. “Anda belum menghargai pencapaian saya”

Sally Bibb, penulis The Strengths Book: Discover How to Be Fulfilled in Your Work mengatakan kalau kalimat seperti itu adalah “tuduhan halus” pada si bos.

Hal ini cenderung dapat menyinggung perasaan bos karena tidak ada yang suka dituduh. Berhati-hatilah menggunakan argumen yang satu ini.

Sebaiknya pastikan Anda menggunakan nada yang tetap netral dan pintar-pintarlah memilih timing untuk mengatakannya.

2. “Nominal gaji rekan kerja saya lebih besar, padahal kami memiliki tanggung jawab yang sama”

“Ada banyak hal yang Anda tidak tahu tentang rekan kerja, jadi argumen yang satu ini sebenarnya lemah dan tidak relevan,” tutur Sally.

“Anda juga menyiratkan kalau Anda telah diperlakukan tidak adil di kantor.” Hal yang sama juga disampaikan oleh Ben, CEO dan co-founder dari perusahaan rekruitmen Inggris, Tempo, “Seberapa besar gaji orang lain tidak ada hubungannya dengan Anda,” ujarnya.

Meminta gaji dengan, “Melakukan pendekatan yang seperti ini kemungkinan besar malah dapat merusak kesempatan Anda.”

Kalau memang merasa tidak mendapat perlakuan yang adil di kantor, lebih baik tanyakan dulu kepada bos pembagian tanggung jawab setiap orang dalam tim.

Perlu diingat pula, perbedaan nominal gaji karyawan bukan cuma tergantung pada tanggung jawab pekerjaan.

Pengalaman kerja, tingkat pendidikan, serta kondisi industri yang ditekuni saat ini juga bisa menjadi penyebab perbedaan nominal gaji Anda dan rekan kerja.

3. “Saya membutuhkan uang untuk…”

“Anda mungkin memang ingin naik gaji karena membutuhkan uangnya,” kata Pip Jamieson dari The Dots, “tapi kesempatan untuk menaikkan nominal gaji akan lebih besar ketika Anda justru lebih fokus pada kontribusi dan value yang telah Anda berikan pada perusahaan.”

4. “Kalau saya tidak naik gaji, saya akan resign”

Ben mengatakan kalau ancaman seperti ini bak pisau bermata dua. Dan, Pip pun setuju, “Pada akhirnya, ultimatum ini tak memberikan pengaruh,” tuturnya.

“Sedikit insight tentang para manajer: ketika Anda minta naik gaji, hal pertama yang mereka khawatirkan adalah ada kemungkinan mereka akan kehilangan Anda dari tim. Jadi, tak perlu memberikan ultimatum!”

5. “Sudah setahun sejak terakhir kali saya mendapatkan kenaikan gaji”

Meskipun kebanyakan perusahaan berusaha memberikan kenaikan gaji setiap tahun, tapi terkadang hal itu tak selalu terjadi.

Pip mengatakan, “Meminta naik gaji dengan alasan ini tidak dapat menjamin Anda bakal mendapatkannya. Lagi-lagi, fokuslah pada hal-hal hebat yang telah Anda lakukan buat perusahaan dan mengapa Anda kini berpikir Anda punya ‘harga’ lebih. Ini akan lebih efektif.”

6. “Saya tahu review terakhir saya kurang bagus, tapi…”

Tidak tepat rasanya untuk meminta kenaikan gaji ketika kinerja di kantor sedang menurun. Pip menyarankan untuk “Coba untuk bekerja dengan baik selama sebulan ke depan, buktikan kepada bos kalau Anda dapat menyelesaikan pekerjaan layaknya ‘rockstar’, kemudian barulah minta kenaikan gaji.

Orang memiliki ingatan yang pendek, dan kesempatan bisa datang lagi hanya dalam waktu sebulan kalau memang Anda bisa membuktikan diri.”

7. “Bisakah saya bicara dengan Anda, sekarang juga?”

“Anda akan mendapat kesempatan terbaik untuk naik gaji kalau si bos sedang dalam mood yang bagus,” ujar Pip, “Jadi jangan mengajak bos berbicara tentang hal ini saat dia sedang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk ngobrol’.”

Ben juga setuju dengan hal ini dan menyarankan untuk meminta kenaikkan gaji ketika sedang merasa menunjukka kinerja yang baik di kantor. “Misalnya, setelah mendapatkan feedback yang baik akan proyek besar yang telah dikerjakan atau habis ‘menggolkan’ klien.”

8. “Saya ingin Rp (masukkan nominal gaji yang ‘wow’)”

Oh well… Siapa sih yang tidak ingin angka gaji yang tinggi. Namun, Pip mengatakan, “Perusahaan biasanya memberikan gaji sesuai dengan ‘harga pasar’, jadi cek dulu berapa nominal gaji untuk pekerjaan serta posisi Anda, dan jadikan itu sebagai tolak ukur.”

So, jangan sembarangan ketika ingin meminta naik gaji. Kalau Anda melakukannya dengan benar dan berkelas, akan lebih mudah buat si bos untuk memenuhi keinginan Anda.

(Artikel disadur dari: cosmopolitan.com. Alih bahasa: Hana Devarianti. Image: akkamulator©123RF.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor.)

Sumber Cosmopolitan Indonesia