Hanya 40 Gedung di Jakarta yang Punya Sumur Resapan

12

Jakarta (11/04) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan survey dan audit gedung-gedung tinggi di kawasan Thamrin dan Sudirman Jakarta Pusat, terkait penyediaan sumur resapan dan instalasi pengelolaan air limbah serta pemanfaatan air tanah terhadap 80 bangunan.

Dari 80 gedung di kawasan jalan Thamrin dan Sudirman tersebut hanya 77 gedung yang berhasil di audit dan dilakukan survey.

Hasilnya dari jumlah itu hanya 40 gedung yang mempunyai sumur resapan dan hanya 1 gedung saja yang hasil audit dan surveynya memenuhi dan mentaati Perda yang berlaku.

“Hanya 1 gedung yang seluruh fasilitas penyediaan sumur resapan dan mempunyai instalasi pengelolaan air limbah yang memenuhi perda. Yaitu Hotel Pullman,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balaikota DKI, Rabu, (11/04).

Sementara gedung-gedung tinggi yang tidak memenuhi perda terkait Hal ini diantaranya instalasi Pemerintah seperti Kementerian ESDM , Bank Indonesia Dan juga hotel Sari Pan Pacific dan lain-lain.

Anies pun menegaskan, kepada gedung yang melanggar Perda tersebut yaitu tidak mempunyai sumur resapan dan tidak mempunyai instalasi pengelolaan air limbah akan Diberi waktu 1 bulan untuk melengkapi dan memperbaiki fasilitas itu. Karena jika tidak, bukan hanya Sertifikat Laik Fungsi atau SLF saja yang akan dicabut. Namun Izin operasional daripada gedung tinggi itu akan dicabut juga.

“Kita akan tindak tegas. Bukan hanya pelanggaran rakyat kecil saja yang ditindak, tapi kepada semua. Tanpa pandang bulu,” tegas Anies.

Menurutnya, pelanggaran yang terjadi sekarang ini merupakan pelanggaran yang sifatnya keserakahan dan Keinginan untuk meningkatkan keuntungan, tanpa mempedulikan lingkungan sama sekali.

Anies pun menjelaskan, dengan hasil temuan ini, pihaknya akan melakukan survey dan audit Fase kedua di area Industri dan juga fase ketiga di perumahan Warga.

“Dengan temuan ini. Kita akan teruskan dimana di fase kedua akan Kita lakukan di area industry di Jakarta barat dan Jakarta Timur. Dan fase ketiga di perumahan warga,” pungkasnya.

[teks timnewsroom | foto youtube]