Dampak Kesehatan Jika Membawa Pekerjaan ke Rumah

25
0

Masyarakat modern mempunyai gaya hidup yang bikin orang bisa mengidap insomnia atau orang yang sudah punya insomnia jadi tambah parah.

Gaya hidup itu terdiri dari membawa pekerjaan ke rumah dan bekerja di malam hari, tidur siang, tidur dikemudian waktu untuk menebus jam tidur yang hilang dan kerja shift dengan jam kerja yang tidak teratur.

Mengenai berbagai macam penyebab insomnia, Aurora Lumbantoruan, psikolog klinis dari Keara Konsultan Psikologi menyoroti kebiasaan membawa pekerjaan ke rumah dan bekerja di malah hari.

Menurutnya, penting sekali untuk para ibu mulai menyadari ritme tubuh atau alarm biologi tubuhnya. Lalu, menjaga setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur dan menunjang rutinitas.

Seperti diketahui, saat para Ibu Bekerja hendak pulang ke rumah, ada dua peran yang sudah menunggunya, yakni sebagai ibu dari anaknya, dan istri bagi suaminya. Dan dari dua peran itu semua pasti meminta untuk dilayani yang bakal mengambil fokus dan waktunya.

Dalam kondisi normal, menjalani dua peran sekaligus sudah sulit dan akan lebih merepotkan kalau ibu bekerja masih mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Pun bila Anda memang bisa memegang pekerjaan, pasti sudah larut malam dan efeknya membuat jam tidur berkurang.

“Kita semua punya alarm biologis, sadari itu. Itu agar tubuh kita tetap bisa bekerja tanpa harus jatuh sakit. Artinya, kalau sudah masuk waktu malam hari atau jam tidur, tidurlah. Jangan paksa untuk beraktivitas karena itu akan ‘menggesar’ alarm biologis,” ungkapnya seperti rilis yang diterima redaksi Mother & Baby.

Edward Yong, konsultan kesehatan, menyebut insomnia membawa dampak serius pada kesehatan fisik antara lain, adalah peningkatan nafsu makan yang menyebabkan orang mengalami obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh dan penyakit lainnya.

Adapun hipertensi & jantung koroner dilaporkan menjadi salah satu penyakit dengan pengobatan serius dan menguras isi kocek penderita.

Untuk itu, mengingat potensi pada dampak negatif insomnia, Edward menyarankan penderita insomnia memperbaiki pola tidur dengan berlandaskan tiga elemen kualitas tidur yang baik. Apa saja itu, berikutu ulasannya :

1. Durasi: panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya.

2. Kontinuitas: waktu tidur tidak terhenti.

3. Kedalaman: tidur harus cukup lelap sehingga seseorang merasa segar saat bangun di pagi hari. (Qalbinur Nawawi/ Dok. Free Pik)

Sumber Mother and Baby Indonesia

LEAVE A REPLY