IFakta Jkt Boediono

Jakarta [09/05] – Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek [FPJP] untuk Bank Century diberikan untuk mencegah terjadinya penarikan nasabah secara besar-besaran atau rush. Demikian disampaikan Wakil Presiden Boediono saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat [09/05] Boediono yang ketika kasus ini menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia menjelaskan, kondisi krisis global pada 2008 terjadi sebagai imbas dari krisis keuangan di Amerika Serikat. Di Indonesia situasinya hampir sama, dimana ada likuiditas yang kering di perbankan karena uang mengalir ke luar sehingga pasar uang macet. 

“Selain itu, pinjaman antar-bank tidak ada karena bank tidak saling percaya dan mereka sendiri juga memerlukan likuiditas,” ujar Boediono. 

Menurut Boediono, saat itu situasinya sudah gawat dan yang paling mungkin tutup adalah bank century. Untuk mencegah rush, maka dalam rapat KSSK diputuskan untuk memberikan FPJP, demi menyelamatkan Bank Century agar bank itu tidak kolaps. ¬´ [foto Antara]

SHARE