Bioskop Hujan, Konser Penawar Letih dari The Rain

55

Grup musik The Rain sukses merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan mengadakan konser bertajuk “Bioskop Hujan” yang digelar di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (15/12). Dalam konser tersebut, grup Band yang digawangi oleh Indra Prasta (Vocal+Gitar), Aang Anggoro (Drum), Ipul Bahri (Bass) dan Iwan Tanda (Gitar) membawakan 15 lagu hits mereka dari total 6 album mereka.

Konser dibuka dengan lagu berjudul Getir Menjadi Tawa Bila Ku Bersamanya yang disambung dengan lagu berjudul Jika Itu Denganmu. Mengusung konsep bioskop di konsernya ini, lewat lagu berjudul Rencana Berbahaya, The Rain menampilkan sebuah video pendek yang menampilkan sosok Jono, seorang fans pria yang mencoba melamar gadis pujaannya Mira.

Tidak sampai disitu, sebelum menyanyikan lagu Penawar Letih, kedekatan The Rain dengan The Rainkeepers (sebutan untuk fans The Rain) ditunjukkan dengan diputarnya sebuah video kiriman dari seorang fans asal Palembang yang menggambarkan Sang Ibu sebagai sosok Penawar Letih-nya. Alhasil, suasana haru berhasil menyelimuti penonton.

Tak cuma dengan fans, band asal Yogyakarta itu juga memberikan kejutan kecil untuk sang manager yang merupakan mantan personel Band Cokelat, Roberto Pieter untuk berkolaborasi di atas panggung dengan membawakan lagu Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku.

Kami akan mengajak manager The Rain untuk main gitar. Please welcome Mas Roberto Pieter. Kesempatan langka karena dari dulu gak pernah liat mas Robert main gitar lagi” ujar Indra Prasta yang juga penyiar IRadio FM Jakarta ini.

Dalam konser tunggal yang sudah dipersiapkan selama 3,5 bulan ini, The Rain juga menyisipkan konsep akustik berkolaborasi dengan Antileren String Quartet. Dimulai dengan monolog Perempuan Hujan yang dibawakan oleh penyanyi pendatang baru, Intan Melody, kemudian hits-hits seperti Gagal Bersembunyi, Dengar Bisikku, dan Hingga Detik Ini  ikut membuat penonton yang memenuhi studio bioskop berkapasitas 600 orang itu bernyanyi bersama dalam lantunan gitar akustik di bawah suasana yang temaram.

Suasana seketika menjadi haru ketika Antileren String Quartet mengiringi lagu The Rain berjudul Untuk Ayah dan Ibuku yang kemudian disambut suara vokal dari Indra Prasta. Sesekali terlihat sang vokalis menyeka air matanya ketika membawakan lagu yang didedikasikan untuk Ayah dan Ibunya tersebut.

Konser Bioskop Hujan kemudian ditutup dengan lagu berjudul Perjalanan tak Tergantikan diiringi dengan pemutaran foto-foto dari para personel The Rain sejak awal meniti karier sampai dengan saat ini. Secara keseluruhan, disepanjang konser berdurasi 1,5 jam itu, penonton disuguhi oleh audio visual dan tata lampu cahaya yang menunjang pertunjukan layaknya menonton film di bioskop.

Diakhir penampilan, para personel The Rain mengaku bersyukur sudah melalui 17 tahun karier mereka dengan baik.

Terima kasih untuk semua yang mendukung dan bertumbuh bersama. Mari menua bersama-sama,” ucap Indra menutup konser.

[teks timnewsroom | foto therainband]