Berpetualang dari Pulau ke Pulau di #ExploreNusantara Taman Nasional Komodo

34

Setelah jalan-jalan ke Belitung di bulan Mei lalu, kini saatnya #ExploreNusantara mengajak Anak Trax, I-Listeners, Cosmoners, dan Hard Rockers menjelajahi Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, bersama David John Schaap, Riyanni Djangkaru, dan para penyiar selama 4 hari 3 malam.

Minggu, 9 Oktober 2016. Penyiar-penyiar MRA Broadcast Media (Randhika Djamil, Shafira Umm, Lembu Wiworojati, dan Ryo Wicaksono), traveler David John Schaap dan Riyanni Djangkaru, pemenang kuis #SongCoverContest, serta peserta berangkat dari Bandara T3 Ultimate Soekarno Hatta pukul 05.40 WIB ke Bandara Ngurah Rai untuk transit.

Setelah istirahat lebih dari satu jam, kami pun berangkat ke Labuan Bajo dari Denpasar pada pukul 11.00 WITA.

Sesampainya di Labuan Bajo, langit cukup mendung. Namun itu tidak menyurutkan hati kami untuk semangat berpetualang di kota Komodo ini.

Hari kedua, kami pergi ke pelabuhan Labuan Bajo untuk naik ke kapal tempat kami menginap. Ada empat kapal untuk mewakili stasiun radio Trax FM, Cosmopolitan FM, Hard Rock FM, dan I-Radio.

Sebagai destinasi pertama, kami memilih Pulau Bidadari menjadi tempat snorkeling pertama kami. Pasir putih dan taman laut yang indah membuat kami tak sabar untuk segera menikmati pesonanya.

_mg_5942

Perjalanan pun dilanjutkan ke Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang dihuni oleh sang naga purba Komodo.

_mg_6497

Dengan berjarak tempuh sekitar 2 jam dari Labuan Bajo, pulau ini cukup menarik banyak peminat wisatawan lokal maupun asing yang ingin melihat langsung sarang dinosaurus purba yang masih hidup di dunia ini.

Sesampainya di dermaga Loh Buaya, Labuan Bajo, kami pun harus masuk bersama rangers untuk menemani perjalanan kami di sana.

Dari Loh Buaya, kami trekking selama kurang lebih 1 jam untuk menyaksikan habitat komodo dari dekat. Selama menjelajah Pulau Rinca, kami dianjurkan untuk selalu berada di dalam rombongan bersama rangers.

Untuk Anda yang suka berpetualang, cobalah untuk memilih trek panjang. Pemandangan rumput kecoklatan membuat kami serasa di padang savanna.

Tidak hanya itu, Anda pun juga bisa menyaksikan komodo lebih banyak. Selain komodo, Anda juga bisa menyaksikan hewan lainnya, seperti rusa, kerbau, maupun babi.

_mg_6430

Pesona teluk yang berhiaskan kapal-kapal indah tentu semakin membuat kami ingin mengabadikan momen ini bersama-sama.

Di hari ketiga, kami melanjutkan perjalanan untuk menyaksikan matahari terbit di Pulau Padar. Sekitar pukul 5.30 WITA, langit Flores sudah tampak kemerahan.

Kami bergegas untuk naik ke puncak Pulau Padar yang cukup terjal untuk menyaksikan pesona matahari terbit secara sempurna dan pegunungan yang menghiasi Pulau Padar.

_mg_655311

Pemandangan ini tentu akan mengingatkan Anda pada gugusan kepulauan di film Jurassic Park arahan sutradara Steven Spielberg.

Puas berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan untuk snorkeling di Pantai Pink atau lebih dikenal dengan Pink Beach. Karena kapal kami tidak bisa menepi, maka speed boat menjadi salah satu alternatif menuju bibir pantai.

img-20161011-wa0234

Namun beberapa di antara kami ada yang lebih memilih untuk berenang hingga ke pantai sambil menikmati pesona pasir pink yang merupakan pengaruh dari alga merah.

Jernihnya air laut dan pesona bukit-bukit di sekitar mampu menghipnotis pengunjung untuk menikmati alam dan pesona  karang-karang di taman wisata lautnya yang indah.

Waktu terbaik saat berkunjung ke pantai ini adalah saat matahari sedang terik-teriknya.

#ExploreNusantara lanjut ke Manta point yang dikenal sebagai harta karun terpendam wisata bahari di kepulauan Flores.

Kami sempat pesimis karena sedang saat itu tidak musim manta, namun sepertinya keberuntungan masih berpihak pada #ExploreNusantara bersama Pesona Indonesia di pertengahan Oktober lalu.

Saat itu kami lihat lebih dari lima manta berenang mendekati kapal. Tak heran dong apabila kami langung turun menikmati pesona manta dari dekat.

img-20161012-wa0024
dok. Widya Nova

Bertolak dari Manta Point, tibalah kami di Pulau Kanawa yang merupakan surga tersembunyi di Kepulauan Flores.

Luasnya kurang lebih sekitar 32 hektar, para peserta langsung disuguhi pemandangan biru laut yang bisa dilihat dari dermaga kayu sepanjang 50 meter.

Pasir putih yang mengeliligi pulau, jernihnya air laut, gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya, dan lagu-lagu yang menghiasi hari itu, tentu membuat kami semakin menikmati pesona Pulau Kanawa yang indah sambil leyeh-leyeh di bibir panti.

Perjalanan kami di Pulau Kanawa ini menutup hari ketiga tersebut dengan manis.

Hari keempat. Kami melanjutkan perjalanan dari The Jayakarta Hotel menuju Gua Batu Cermin. Menyusuri jalan setapak yang dihiasi bambu-bambu, kami pun memasuki gua dengan peralatan lengkap, seperti helm dan senternya.

Gua ini nyatanya sempat berada di permukaan laut 50-100 juta tahun yang lalu, tak heran apabila banyak fosil-fosil terumbu karang, penyu, serta bekas pusaran air laut di sana.

Tentu Anda penasaran dong mengapa gua ini disebut Gua Batu Cermin? Pasalnya tidak ada cermin satupun yang menghiasi dinding.

gua-batu-cermin

Hal ini disebabkan oleh pantulan cahaya matahari pada pukul 12.00 WITA yang masuk ke sebuah lubang kecil berdiameter 1 meter sehingga genangan air di tanah memantulkan cahaya ke dinding, stalaktit, dan stalakmit gua.

Hal inilah yang membuat gua tersebut dinamakan sebagai Gua Batu Cermin. Untuk masuk ke dalamnya, kami harus merangkak kira-kira sejauh 6 meter dari pintu masuk dan 6 meter kembali ke tempat sebelumnya.

Untuk Anda yang takut kegelapan dan ruangan sempit, hati-hati ya.

Perjalanan diakhiri dengan makan siang di Exotic Restaurant dimana tepat di depannya terdapat toko souvenir khas Komodo.

#ExploreNusantara bersama penyiar, peserta, dan pemenang kuis #SongCoverContest kali ini tentu menjadi perjalanan yang mampu membangun rasa kekeluargaan dan kebersamaan antara penyiar, peserta, juga pemenang kuis #SongCoverContest dari masing-masing radio.

Sungguh ini merupakan pengalaman yang luar biasa!

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini. [teks Fiona Yasmina | foto Ade Maulana]

Baca juga:
Athirah sukses membawa pulang enam piala FFI 2016
Hacksaw Ridge, tentara dengan Medal of Honor
Film #66 telah meraih sejumlah penghargaan internasional