Anies Bantah Ada Mahar di Pilkada DKI Jakarta

85

Jakarta (12/01) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku tidak ada mahar kepada Partai Gerindra, dalam Pilgub Gubernur dan Wagub DKI 2017 kemarin, meskipun mereka didukung oleh Partai Gerindra.

Yang satu begini, tidak ada mahar-maharan. Gada tuh mahar. Sama sekali gak ada,”ungkap Anies di balaikota DKI, Jumat, (13/01)

Anies menjelaskan, bahwa pada saat Pilgub di Pilkada kemarin yang ada hanyalah iuran, bukan mahar seperti yang ramai diperbincangkan.

kalau bisa dibilang ya Kemaren itu ya iuran. Sehingga terjadi semuanya terlibat,” jelasnya.

Meski begitu Anies pun mengakui bahwa terjun ke dunia politik itu memang membutuhkan biaya, tapi dia tegaskan kembali bahwa dia sama sekali tidak diharuskan untuk membayar apapun atau mahar.

Bahwa proses politik membutuhkan biaya itu benar, tapi bahwa kami harus membayar, tidak ada,” pungkasnya.

Kabar ini menjadi ramai diperbincangkan, saat Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti mengaku dimintai uang mahar oleh Ketua Umum Prabowo Subianto untuk pencalonannya sebagai Cagub Jatim di Pilkada 2018.

La Nyala mengaku dimintai uang sebesar Rp 40 miliar , untuk saksi pilgub. Bahkan sebelumnya, La Nyalla mengaku sempat dimintai uang syarat pencalonannya sebesar Rp 170 miliar oleh Gerindra Jawa Timur. Ia menyebut salah satu petinggi Gerindra Jatim yang mensyaratkan uang sebanyak itu.

[teks timnewsroom]