Album Kompilasi Fariz RM dan Dian PP

306
IrFM-FarizRM

Musisi kawakan Dian Pramana Poetra menilai album kompilasi bersama Fariz RM merupakan album yang bermakna spirit muda.

“Album ini kalau dideskripsikan dengan satu atau dua kata adalah spirit muda,” kata Dian PP dalam diskusi yang bertajuk ‘Membedah Karya Fariz RM dan Dian Pramana Poetra’ di Jakarta, Kamis [03/07].

Dian menuturkan, makna spirit muda merupakan kolaborasi antara musisi senior dengan musisi muda.

“Jadi kami musisi-musisi tua yang membuat, yang nyanyi dan aransemen musisi muda,” ujarnya.

Album yang bertajuk Fariz RM & Dian Pramana Poetra in Collaboration With… rencananya akan dirilis Oktober mendatang.

Dari sejumlah lagu Fariz yang akan diaransemen ulang, yakni “Sakura” [1980], “Di Antara Kata” [1981], “Kurnia dan Pesona” [1981], “Nada Kasih” [1985], “Barcelona” [1988], dan “Antara Kita” [1992].

Sedangkan dari Dian Pramana Poetra, di antaranya “Kau Seputih Melati” [1985], “Semua Jadi Satu” [1987], “Masih Ada” [1989], “Demi Cintaku” [2000], dan “Aku Cinta Padamu” [2012].

“Barcelona” yang merupakan ‘oleh-oleh’ Fariz RM dari Eropa dengan selipan irama flamenco akan dinyanyikan oleh Maliq & D’Essentials, sementara “Nada Kasih” akan dibawakan Angel Pieters.

Namun, sampai saat ini pihak label masih belum menemukan pasangan duet yang cocok mendampingi Angel melantunkan lagu yang melanggengkan Fariz RM dan Neno Warisman itu.

Dari Dian PP, “Kau Seputih Melati” dilantunkan oleh mantan vokalis Kerispatih Sammy Simorangkir dan “Demi Cintaku” dipercayakan kepada jebolan ajang pencarian bakat Fatin Shidqia Lubis.

Namun, Dian menyayangkan lagu yang ia ciptakan bersama ibunya “Masa Kecilku” yang pernah dinyanyikan Elfas Singers tidak masuk ke dalam album kompilasi tersebut.

“Sebetulnya di antara lima lagu itu sudah sering diarasemen ulang, jadi ada lagu yang jarang sekali dimainkan itu lagu ‘Masa Kecilku’ tidak dimasukkan,” katanya. ¬´ [sumber Antara]

SHARE