Tentu, Anda tidak sabar packing dan duduk di kursi pesawat. Tapi sebelum menginjak tanah negeri asing, ada baiknya Anda melakukan research untuk mengetahui kultur dari destinasi tersebut. Hal yang Anda anggap normal di Indonesia, bisa saja dianggap tidak sopan di negara lain lho!

Gestur Tangan

Seperti bahasa, gerakan tangan pun memiliki arti yang berbeda di tiap negara. Contohnya, ancungan jempol tidak selalu berarti “oke” di seluruh dunia. Di Timur Tengah, gestur tersebut sangat ofensif bagi orang yang menerimanya.

Jika sedang di Filipina, jangan memanggil orang dengan tangan terbuka menghadap ke atas yang diayunkan ke arah Anda. Hal ini dianggap tidak sopan karena hanya digunakan untuk memanggil anjing.

Selain itu, beberapa negara seperti Italia atau Malaysia menganggap menunjuk adalah tindakan yang agresif dan tidak sopan. Maka, jika ingin menunjuk arah, sebaiknya gunakan jempol tangan saja ya, ladies.

Alkohol

Serunya berpesta di luar negeri dan mencicipi bir lokal di sebuah bar. Yes, itu bisa saja terjadi. Namun di beberapa negara Islam seperti Afganistan dan Brunei Darussalam, alkohol merupakan minuman ilegal.

Negara lain memiliki peraturannya sendiri, seperti di Bahrain yang memperbolehkan pengunjung non-Islam mengonsumsi alkohol di hotel. Tapi jangan sampai tertangkap mabuk di depan umum, Anda bisa dipenjara!

Dress Code

Anda harus selalu sensitif terhadap kode etik pakaian di mana pun Anda berada. Ketika mengunjungi Saudi Arabia atau Sudan, ada baiknya Anda mengenakan pakaian yang tertutup untuk menghargai orang lokal.

Anda bisa menggunakan abaya atau penutup kepala. Nah, di Perancis, Anda justru tidak diperkenankan menggunakan burkak karena hal tersebut melanggar hukum. Perhatikan ya isi koper Anda sebelum dibawa naik pesawat!

Ya Atau Tidak?

Ternyata, mengatakan “iya” tidak semudah menganggukkan kepala. Mengunjungi Bulgaria, jangan heran jika Anda memesan kopi di sebuah cafe dan pelayannya menggelengkan kepala. Sebenarnya ia mengiyakan pesanan Anda! Begitu juga di Yunani, di mana kata ‘ne‘ yang terdengar seperti ‘no‘ juga berarti “iya”.

Selain itu, gerakan kepala yang sering dilakukan orang India tidak mengatakan “ya” maupun “tidak”. Gerakan tersebut memiliki makna yang sangat fleksibel, seakan berkata: “saya mendengarkan Anda.”

Public Display Affection

Dalam beberapa negara di Eropa dan Amerika, Anda dapat menemukan pasangan yang berciuman dan bermesraan di depan umum. PDA dilihat sebagai penyampaian rasa kasih sayang terhadap orang tercinta.

Sebaliknya, seperti Indonesia, negara Iran, Mesir, Sudan, India, dan Jepang menganggap rendah perilaku tersebut. So, lihat lokasi dulu ya sebelum mencium pasangan Anda! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. RossHelen / Shutterstock / Clickphotos)

Source: Cosmopolitan Indonesia

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini.

Baca juga:
“The Doll 2”, siap mengguncang bioskop Indonesia!
Hal-hal berikut ini bikin nostalgia ke tahun 90an!
Bukit Bossolo, tempat wisata tersembunyi di Makassar

SHARE