Gubernur DKI Jakarta Ahok 2

IRadio Namu Spesial Pilkada DKI Jakarta kali ini, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 2.

Berikut hasil wawancara penyiar IRadio Jakarta Tommy Prabowo dengan Ahok:

Soal bapak yang ngomong ceplas-ceplos melulu, katanya salah satu yang membentuk karakter Pak Ahok ini menjadi sosok yang ceplas ceplos adalah dari ayah Pak Ahok sendiri, Pak Kim Nam. Boleh cerita?

“Ya yang penting bapak saya mengajarkan mau itu ceplas-ceplos, jangan pernah memarahi orang dengan binatang, itu sudah jelas nggak bisa.

Kalau ngomong itu apa adanya. Bapak saya bilang jadi orang itu mesti ungkapkan apa adanya. Mulut hati pikiran dan otot itu sama, jadi kita nggak capek kalau hidup mesti akting, tapi sebagian orang yang merasa tersinggung tidak terima.”

Karena dari kecil Pak Kim Nam ketemu klien itu bapak selalu diajarkan untuk mendengarkan apa yang orang lain lakukan sama keluarga. Seperti itu pak?

“Iya, jadi sebenarnya bapak saya selalu percaya, belajar yang terbaik itu dari menghadapi kasus. Karena bapak saya kan tokoh masyarakat.

Jadi kalau orang ada masalah apapun itu datang ke rumah, minta nasehat atau ada kasus misalnya, itu kami nggak pernah diusir. Bahkan sampai kasus yang memalukan pun, itu kami diberi izin untuk mendengar. Supaya pihak yang datang tidak merasa malu, kami disuruh jangan berisik di belakang.”

Gubernur DKI Jakarta Ahok
Bincang santai Cagub DKI Jakarta Ahok bersana Penyiar Tommy Prabowo.

Sekarang ‘kan kegiatan bapak kampanye-sidang kampanye-sidang. Jika Pak Kim Nam masih ada, kira-kira beliau ingin memberi pesan seperti apa untuk bapak?

“Kalau masih ada, bapak saya akan lebih melawan lagi. Kalau nggak adil itu lawan. Selama itu benar kok. Lebih baik mati tertembak daripada diam seperti pengecut nggak berani bela keadilan.”

Masih pede menang satu putaran, pak?

“Kalau soal itu tanya sama pemilih saja. Secara logika orang Jakarta itu merasa puas kepada kerjaan yang kami kerjakan itu di atas 70 persen.

Secara umum kalau Anda puas dengan sebuah produk/pelayanan apakah Anda mau coba-coba dengan yang baru, yang nggak jelas, yang baru menjanjikan?

Kalau nggak ada kasus yang sentimen, marah atau sesuatu yang anomali harusnya orang tentu pilih bisa capai 50 persen + 1 untuk satu putaran.

Karena ‘kan sudah jelas ada semacam rekayasa politik yang mengadukan kita. Kalimatnya ada yang dihilangkan. Kalau percaya sama kami lagi, izinkan kami menyelesaikan perjuangan kami.

Di DKI dulu, mana pernah orang berpikir bisa bantu 2,7 triliun pertahun. Untuk anak-anak DKI, 670 ribu sekolah hingga kuliah sampai ke perguruan tinggi negeri.

Orang-orang DKI mana pernah berpikir orang Bekasi, Depok, Tangerang, bisa naik bus kelas dunia hanya dengan Rp 3.500.

Orang DKI mana pernah berpikir kalau semua orang sakit, kalau masuk kelas 3 biaya kami yang tanggung dengan rumah sakit yang begitu baik.

Orang DKI mana pernah berpikir bisa menggaji PNS 13 juta, duitnya dari mana? Sedangkan pembangunan di Jakarta begitu banyak. Itu karena efisiensi yang kita lakukan.”

Gubernur DKI Jakarta Ahok 4

Ada yang unik pada masa kampanye bulan September kemarin karena bapak bikin sebuah kampanye rakyat yang lumayan unik sekaligus launching buku juga dan semi meet and greet. Bisa diceritakan pak ini konsep dari mana dan mengapa mengambil cara seperti ini?

“Kebetulan di tahun 2008 pada konfrensi pers Presiden Obama, saya diundang ke sana. Tapi sesampainya (di sana) kita tidak bisa masuk karena tiketnya terjual habis. Jadi kita nonton di pinggiran pakai layar, bukan di ruang konferensinya.

Lalu yang mengawal kita ngomong begini: ‘Saya kira di negeri Anda itu masih lama deh cerita-cerita orang kampanye datang beli tiket.’

Lalu saya langsung berpikir bahwa ada stigma tambahan yang harus saya bereskan. Stigma pertama yaitu seolah-olah pejabat itu bukan orang yang mengabdikan diri. Tapi stigma itu kita gugurkan seketika Pak Jokowi terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta.

Lalu stigma kedua, semua partai politik pasti meminta mahar kalau menginginkan calon. Ini juga kita gugurkan saat Pak Jokowi dan saya mencalonkan diri.

Stigma ketiga adalah kalau tidak punya uang mana mungkin berhasil. Lalu saya memaparkan yang datang ke saya melihat saya ngomong mesti bayar.

Kalau yang tidak punya uang kita bikin tingkatannya. Karena saya tidak mau orang yang tidak punya (uang) lalu ingin mendukung kita, setiap ingin datang mesti bayar. Jadi ada kelas sukarela. Itu menyumbang hampir 100 juta sehari.

Gesek bukan cash. Saya tidak mau kalau terima kontan. Jadi hanya orang yang mampu pastinya yang membawa kartu.”

Gubernur DKI Jakarta Ahok 3

Denger-denger rumah orangtua Pak Ahok jadi tempat wisata sekarang? Bahkan di tahun 2015 kemarin kunjungan wisatawan di rumah pribadi keluarga Pak Ahok mencapai 500 ribu kunjungan.

“Iya benar. Kadang-kadang Ibu saya harus ke Jakarta juga karena susah istirahat. Tamu-tamu yang datang suka minta foto. Satu bus pergi, lalu satu bus lagi dateng. Tapi Beliau senang ketemu orang-orang banyak. Itu hiburan yang baik juga”

Saya sangat kagum karena bukan hanya ibu dari Pak Ahok masih aktif, masih sehat. Tetapi kakek nenek dari Pak Ahok dengan usia 92 tahun masih sehat. Apa resep dari mereka yang mau Pak Ahok ambil?

“Saya suka bercanda dengan sepupu-sepupu saya. Tahu nggak kakek nenek sampai sekarang masih segar dan sehat? Karena nggak pernah pisah ranjang mereka berdua. Tetap tidur seranjang (sorak tertawa). Dan kakek nenek saya hidupnya sederhana saja, bersyukur dan menerima apa yang ada.”

Sebagai keluarga yang sangat sederhana dengan pola pikir yang sederhana juga, dengan melihat kondisi Pak Ahok sekarang yang struggling-nya cukup luar biasa dari calon-calon lain, harus menjalani kampanye dan juga sidang, apa pesan mereka (keluarga) untuk Pak Ahok saat ini?

“Mereka hanya bilang semua sesuatu pasti ada pelajaran yang di dapat, dan mereka/beliau sangat yakin saya bukan pilih politik kok.

Saya nggak pernah memilih mau jadi politisi. Ini istilahnya sejarah yang memilih saya. Mereka yakin Tuhan yang memilih saya untuk menghadapi ini. Bagi saya justru memperkokoh nasionalisme kita.”

Gubernur DKI Jakarta Ahok 1
Ki-Ka: Program Director IRadio Jakarta, Dewi Bastina, Cagub DKI Jakarta Ahok dan Penyiar Tommy Prabowo.

Kalau dari istri dan anak, seperti apa pesan mereka?
“Saya nggak tahu juga ya karena kalau di depan saya mereka tidak pernah menunjukkan rasa ke khawatiran. Tapi saya tahu mereka berdoa untuk saya.”

Program-program bapak sudah berjalan. Kemungkinan terburuk adalah tidak menang di Pilkada DKI Jakarta. Apa yang akan Pak Ahok lakukan?

“Saya kalau nggak menang pun masa jabatan saya hingga Oktober 2017. Minimal sistem saya termasuk birokrasi yang sudah naik, kita usulkan untuk menduduki posisi terbaik. Karena birokasi kami sudah terbaik.

Saya harapkan dengan indikator yang jelas, siapapun yang akan menggantikan saya kalau dia nekad melakukan perubahan sistem dan segala macamnya, saya kira ia akan habis tidak akan sampai 5 tahun.

Dan saya kira presiden yang akan datang di 2019, kalau Pak Jokowi terpilih kembali, beliau akan menekankan. Karena yang saya lakukan hanya meneruskan apa yang dilakukan oleh beliau.

Jadi seolah-olah kalau ngejatohin Ahok, mau ngejatohin Pak Jokowi, karena dianggap sepaket.”

Kalau nanti terpilih, Jakarta mau dijadiin seperti apa lagi pak?

“Yang pertama disiapkan itu untuk Asean Games 2018. Secara infrastruktur Jakarta harus sejajar dengan kota-kota lain di dunia. Misalkan trotoar dibikin persis kaya Tokyo atau Singapore.

Transportasi MRT harus berbasis sesuai dengan negara mereka. Pengolahan air limbah, air bersih, pendidikan harus sama dengan standar dunia.

Indeks permohonan manusia, di dunia mencapai angka 80 baru dianggap negara maju. Jakarta sekarang 78,99 artinya masih kurang 1,01. Saya harus mencapai itu.”

Terakhir apa pesan untuk I-Listeners?

“I-Listeners, dengerin dan doakan supaya IRadio FM tetap memberikan fakta dan menyajikan musik-musik asli Indonesia. Supaya industri kreatifitas kita akan maju. Ini sangat penting untuk membuat bangsa kita sejajar dengan bangsa lain.

Ini akan menjadi sebuah income yang luar biasa, tidak akan terbendung oleh apapun, karena ini kreatifitas.” [Tim IRadio FM]