Menurut arti katanya, debat adalah salah satu bentuk sekaligus keterampilan berkomunikasi dan bertukar pendapat mengenai suatu hal dengan disertai alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Pendapat-pendapat itu pun dibicarakan bersama untuk menemukan sudut pandang yang sama dan memfasilitasi berbagai kepentingan yang berbeda.

Dalam prosesnya, karena banyak pendapat dan sudut yang berbeda, tak jarang berdebat menimbulkan ketegangan. Masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya secara pihak dan tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Bahkan, karena menyangkut kepentingan masing-masing atau golongan yang diwakilinya, pihak-pihak yang berdebat tak hanya bersilat lidah tapi juga bersilat secara fisik.

Dalam bukunya yang berjudul “Seni Berargumentasi dan Menang Setiap Saat”, Gerry Spence mengatakan bahwa berargumentasi adalah suatu seni mengungkapkan pendapat sehingga dapat mempengaruhi opini orang lain, sekaligus menyatukan pendapat yang berbeda-beda menjadi satu pendapat yang memfasilitasi semua kepentingan.

Menurut Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, Chief Consultant Assessment Division dari Experd Consultant, Jakarta, ada beberapa hal yang harus Anda pegang saat Anda berargumentasi, entah di tempat kerja ataupun di lingkungan lain.

1. Argumentasi yang etis.
Etis berarti isi argumentasi bersifat obyektif. Walaupun tetap ada unsur opini, pendapat kita haruslah tetap obyektif dan mempunyai fakta-fakta yang ada. “Pendapat kita haruslah sesuatu yang membangun – tidak bersifat destruktif dan tidak boleh menghina atau merendahkan pihak lain,” jelas Cherry.

2. Berdebat secara profesional.
Ciri orang yang profesional dalam berdebat adalah bisa menempatkan diri dengan baik. Menurut Cherry, saat kita mengutarakan pendapat kita pada atasan Anda, posisikan diri Anda tetap sebagai pekerja yang menghormati atasan atau bos Anda.

Ciri bahwa Anda bisa menempatkan diri dengan baik adalah Anda bisa memilih kata-kata yang tepat, sopan, dan tidak offensive. Pengungkapan pendapat yang baik terhadap atasan akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi Anda. Banyak tipe atasan yang menyukai anak buah yang berani berpendapat, asalkan dalam batas wajar dan disampaikan secara sopan dan rasional,” terang Cherry.

3. Cerdas
Ada adagium yang mengatakan bahwa kecerdasan seseorang akan tampak saat dia berargumentasi. Itu bukan mengatakan bahwa orang yang tak pandai berargumentasi adalah orang yang tak cerdas, namun dalam berargumentasi, seseorang dituntut untuk mempunyai pandangan dan pengetahuan yang luas.

Atau, setidaknya, kita bisa memetakan opini kita dan menyampaikannya secara sistematis, lugas, dan mudah dimengerti. Selain itu, kecerdasan kita dalam berargumentasi juga ditentukan oleh kemampuan kita memahami pendapat orang lain. Dalam bukunya, Gerry Spence juga menyatakan  bahkan diam pun merupakan salah satu teknik cerdas dalam berargumentasi.

4. Percaya diri.
Kepercayaan diri itu bukanlah hasil belajar semalam, tapi merupakan ketrampilan yang diperoleh dengan latihan berulang kali. Sebagai contoh, saat Anda pertama kali tampil di depan umum, tentulah Anda merasa grogi dan minder. Itu sangat wajar!

Dengan jam tampil yang makin banyak, Anda akan mempunyai kepercayaan diri yang makin tinggi,” ungkap Cherry. Selain karena sering tampil, kepercayaan diri juga ditentukan oleh kesiapan kita mempersiapkan tema dan fakta-fakta yang mendukung pendapat kita. Dengan kepercayaan diri yang cukup, Anda bisa menguasai tema argumentasi dengan apik.

5. Kendalikan emosi dan tetap tenang.
Berargumentasi bukan “adu otot leher” atau “debat kusir”. Pendapat Anda bisa saja disanggah oleh orang lain yang mempunyai pendapat yang berbeda dengan fakta yang lebih kongkrit. Tapi, di tengah keadaan tersebut, usahakan untuk tetap tenang, kalem, dan berpikir jernih.

Ketenangan itu akan membuat Anda tetap bisa menyampaikan pendapat secara sistematis dan mampu mempelajari pendapat orang lain yang berposisi sebagai “lawan debat” Anda,” tandas Cherry.

[sumber Fitness For Men Indonesia | foto nise.eu]

Baca juga:
Maharasyi Hansa, penyanyi Indonesia dalam ajang “The Voice”
Jackie Chan kembali beraksi lewat film “The Foreigner”
Isyana Sarasvati merilis album ‘Paradox’

SHARE