5 Mitos Keliru Tentang Ngompol Anak

8

Anak-anak pada dasarnya selalu melakukan atau menemukan sesuatu yang baru dalam hidup mereka. Perilaku yang juga sering dianggap memalukan adalah mengompol saat malam hari.

Sikap orang tua yang merasa ini adalah perilaku yang salah langsung melebeli sang anak dengan kalimat yang sebenarnya adalah mitos.

Apa saja kalimat yang mampu membuat Si Kecil merasa tidak senang dengan perilakunya yang sering mengompol saat tidur ini? Dokter anak David L. Hill, M.D. pun membagikan mitos mengompol dan fakta di balik kalimat tersebut.

Mitos 1: “Anak-anak lain tidak melakukan ini.”

Kalimat satu ini sering diucapkan, baik oleh orang tua ataupun sang anak. Kenyataannya, ada lebih dari 20 persen anak usia 5 tahun mengompol di atas tempat tidur mereka.

Setiap tahunnya pun hanya 15 persen dari anak tersebut yang mampu berhenti. Selain itu, sepuluh persen anak-anak usia sekolah dasar, juga tiga persen anak remaja masih mengompol saat malam hari.

Para dokter pun melihat bahwa perilaku mengompol ini adalah sesuatu yang normal, sampai anak berusia sekitar 7 tahun.

Karenanya, orang tua hanya perlu menunggu sampai usia tersebut hingga Si Kecil mulai berhenti mengompol dengan sendirinya.

Mitos 2: “Anak-anak yang mengompol terlalu malas untuk bangun.”

Kalimat satu ini memiliki fakta sebaliknya, bahwa mereka akan berusaha melakukan apapun agar kebiasaan ini bisa berhenti.

Bahkan mungkin, mereka tidak mengompol setiap malam. Daripada mengomeli Si Kecil, Anda bisa memeluknya dan membantu membereskan tempat tidur yang basah.

Mitos 3: “Anak mengompol memiliki kandung kemih yang lemah.”

Anak-anak dengan masalah ini bukan memiliki kandung kemih yang lemah, namun lebih kecil dari anak lainnya. Selain itu, mungkin anak Anda memang sulit untuk bangun di malam hari hanya untuk buang air kecil.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba membangunkan Si Kecil di jam-jam tertentu hanya untuk sekedar ke kamar kecil agar kebiasaan mengompolnya bisa hilang.

Mitos 4: “Mengompol adalah kebiasaan buruk, bukan masalah medis.”

Jika anak sering buang air kecil di atas tempat tidur, bahkan setelah usia tujuh tahun, kemungkinan memiliki masalah kesehatan.

Berbagai kondiri seperti infeksi saluran kencing atau penyakit pada ginjal dapat menyebabkan sistem endokrin meningkat dan memproduksi urine lebih banyak.

Gangguan sleep apnea juga bisa menyebabkan anak sering mengompol. Sleep apneas sendiri adalah kondisi ketika napas anak secara berkala berhenti atau menjadi dangkal saat tidur, seringkali karena ia mengalami pembesaran amandel atau kelenjar gondok. Maka, perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi berbagai masalah kesehatan tersebut.

Mitos 5: “Saya perlu mengatasi masalah ini secepatnya!”

Sebagai orang tua, Moms harus ingat bahwa anak mengompol saat usianya dibawah enam tahun adalah normal. Jangan marah, menghukum, hingga membesar-besarkan kondisi ini yang dapat membuat Si Kecil malu.

Untuk mencegah buang air kecil di atas tempat tidur, Anda bisa mulai membatasi konsumsi air minum Si Kecil setelah jam 6 hingga 7 malam.

Kemudian, ajak Si Kecil untuk ke kamar kecil sebelum tidur, meski ia belum merasa ingin buang air kecil. Hal ini akan sangat membantu mengatasi masalah kebiasaan mengompol Si Kecil, perlahan namun pasti. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)

Sumber Mother and Baby Indonesia