Suka bingung setelah wawancara kerja kok nggak dipanggil panggil lagi sama perusaan impian? Mungkin Anda melakukan salah satu kesalahan di bawah ini.

Walau terlihat sepele, tapi kesalahan berikut ternyata bisa berakibat fatal lho!

  • Kurang persiapan

Nervous adalah hal yang wajar ketika dipanggil wawancara kerja. Namun ingat, kita juga harus mempersiapkan diri. Jangan sampai terlalu nervous membuat kamu terlihat ‘kosong’ dan tidak tahu apa-apa. Setidaknya, usahakan kalian memahami latar belakang perusahaan tempat Anda dipanggil wawancara.

  • Berbohong 

Maksud hati ingin terlihat bagus di depan si pewawancara, namun apadaya malah terlihat gelagapan dan bingung karena terlalu banyak berbohong. Ingatlah peribahasa “sepandai pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga”. Orang yang mewawancara Anda bukanlah orang bodoh.

  •  Berpakaian tidak semestinya

Jangan lupa untuk membaca latar balakang tempat Anda dipanggil wawancara. Ingat, Anda sedang memberikan first impression kepada orang baru. Berpakaian yang sesuai tentunya akan menambah nilai plus bagi perusahaan yang akan memperkerjakan Anda.

  •  Arogan

Pintar mungkin menjadi nilai plus Anda di mata perusahaan. Namun jika tidak dibarengi dengan perilaku yang mendukung, maka perusahan juga akan berpikir dua kali untuk hire orang dengan attitude buruk. Perusahaan lebih baik hire orang yang biasa saja tapi mempunyai attitude baik dibandingkan dengan orang yang pintar namun arogan.

  •  Kurang kontak mata

Melakukan kontak mata dengan orang baru mungkin menjadi hal yang kurang menyenangkan untuk sebagian orang. Namun ketika wawancara, kontak mata sendiri memiliki peranan penting yang menggambarkan komunikasi yang baik. Jika Anda menunduk atau melihat ke atas kanan dan kiri terus menerus, itu membuat penguji berpikir bahwa Anda merasa kurang nyaman.

Gimana tips di atas? Semoga membantu untuk Anda yang akan wawancara kerja ya!

I-Listeners, terus dengarkan IRadio FM melalui streaming di sini atau download di iOS dan Google Play Store!

[teks Indi Lifa]

Baca juga:
Abdul ‘Coffee Theory’ kembali dengan “Gadis di Ujung Sana”
Kelahiran anak pertama Andien
Film dokumenter Rio Dewanto, “Petani Mekar Jaya”